Brécs' posts with tag: indonesia

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag indonesia
Photo Albumsejuta wajah [14] edisi khusus: Prazz (5 photos)Jul 27, '08 12:32 PM
for everyone

Photo Albumsejuta wajah [13] (9 photos)Jul 17, '08 11:28 AM
for everyone

Photo Albumsejuta wajah [12] (12 photos)Jun 30, '08 2:42 PM
for everyone

Photo Albumsejuta wajah [11] (14 photos)Jun 30, '08 12:02 AM
for everyone

Photo Albumsejuta wajah [10] (13 photos)Jun 29, '08 7:07 AM
for everyone

sambil nunggu final euro, jerman vs sepanyol... :p

Blog Entrysejuta wajah [9]Jun 16, '08 2:30 AM
for everyone
saat kutekan trigger
batinku bicara, mati kau!

dan dia mati
mereka mati


momen-momen itu mati
beku dalam bingkaiku

mataku nanar di balik viewfinder
hatiku berpesta raya
merayakan kematian

Photo Albumsejuta wajah [8] (6 photos)Jun 9, '08 12:24 AM
for everyone

Photo Albumsejuta wajah [7] (8 photos)Jun 8, '08 10:31 AM
for everyone

Photo Albumsejuta wajah [6] (12 photos)Jun 8, '08 7:31 AM
for everyone

Photo Albumsejuta wajah [5] (23 photos)Jun 7, '08 1:28 AM
for everyone

Photo Albumsejuta wajah [4] (18 photos)Jun 7, '08 12:30 AM
for everyone

Photo Albumsejuta wajah [3] (21 photos)Jun 6, '08 12:31 PM
for everyone

Photo Albumsejuta wajah [2] (20 photos)Jun 6, '08 5:19 AM
for everyone

Photo Albumsejuta wajah [1] (16 photos)Jun 6, '08 4:40 AM
for everyone

Photo AlbumIndonesia 2008 (1 photo)Jun 2, '08 8:45 AM
for everyone

kering
rakyatku
kering
hatiku

indonesia 2008
indonesia yang rawan

Blog Entryhow could you be so DAMN STUPID?!!May 26, '08 5:42 AM
for everyone
”Bagi masyarakat miskin yang sudah pakai gas, kenaikan harga BBM justru tidak punya dampak apa-apa,” ujar Kalla.

sumber: kompas online

oh yeaaaaaahhh???
dasar komprador! tsk!


Photo Albumanak ini & anak itu (2 photos)May 26, '08 2:24 AM
for everyone

anak ini belum makan sejak pagi
anak itu bergembira bersama mami

anak ini berleleran ingusnya yang asin
anak itu berenang riang di air yang dingin

anak ini emaknya meratapi harga-harga
anak itu emaknya membeli segala rupa


ps:
-anak ini adalah hasil motret poster di adorama
-anak itu adalah hasil, biasa, ngendid :p

Photo AlbumRaden Ngabehi Haji Wongsohastono (1 photo)May 21, '08 7:12 AM
for everyone

Bapak sepuh ini adalah seorang abdi dalem yang bertugas sebagai juru kunci makam raja-raja Mataram di Imogiri. Beliau lahir pada tahun 1940 sebagai putra ketiga dari 4 bersaudara. Mengawali karir abdi dalem pada tahun 1966, selepas dari pengembaraannya di Jakarta. Beliau yang mogol sekolah pada semester kedua kelas 1 SMP ini sempat menjadi buruh dan bekerja serabutan.

Beliau gemar membaca majalah dan buku tentang kebudayaan Jawa. Meskipun telah berumur 68 tahun, ingatannya masih segar. Beliau bercerita dengan lancar sejarah kerajaan Mataram, mulai dari Babad Alas Mentaok, Penembahan Senapati-Ki Ageng Mangir, Bedhah Kartasura, Babad Giyanti, hingga ke Sultan Hamengkubuwana X dan Sunan Pakubuwana XIII. Hampir 2 jam terlewatkan tanpa terasa.


pic by niken

Photo Albumkantor pak bupati (1 photo)May 19, '08 1:36 AM
for everyone

Blog EntryMengapa Harga BBM Naik?May 14, '08 11:06 PM
for everyone

dikutip dari Siaran Pers FPN via milis


Genderang perlawanan rakyat Indonesia, melawan rencana kenaikan harga BBM telah dibunyikan; mahasiswa, kaum miskin kota, kaum buruh, kaum tani dan perempuan di seluruh penjuru Indonesia, setiap hari melakukan aksi-aksi, dan terus membesar dan menyatu dari hari ke hari. Ini menunjukkan bahwa, tingkat kesejahteraan rakyat sudah dalam batas yang paling rendah, sehingga kenaikan harga BBM sebesar 30%, tidak akan lagi sanggup ditanggung oleh rakyat Indonesia.

Argumentasi kuno yang disampaikan oleh Pemerintah, DPR, elit politik maupun intelektual tukang, semuanya seragam; kenaikan harga minyak dunia yang mencapai US$120/barel atau Rp1.116.000/barel atau Rp7018/liter akan menyebabkan kenaikan subsidi dalam negeri sebesar 21,4 trilyun rupiah, sementara negara tidak mempunyai anggaran, sehingga mau tidak mau, harga BBM dalam negeri harus dinaikkan sesuai dengan harga BBM internasional.

Yang tidak pernah mereka katakan adalah kenapa harga BBM internasional cenderung naik? Dan kenapa harga BBM dalam negeri harus selalu mengikuti harga BBM internasional?


Sebab-sebab Kenaikan Harga BBM Internasional:

  1. Sebab yang paling sering diberitakan adalah menurunnya pasokan dari negeri-negeri penghasil minyak, baik karena sedang ada pergolakan (seperti Irak ataupun Nigeria), menurunnya cadangan minyak di beberapa negara (misalnya Indonesia) maupun karena pemerintah dan rakyat di beberapa negara sedang melakukan nasionalisasi terhadap perusahaan-perusahaan minyak Internasional (seperti yang terjadi di Venezuela), sementara kebutuhan energi terus meningkat, baik di negara-negara imperialis (Amerika sebesar 20,59 juta barel per hari, Jepang sebesar 5,22 juta barel per hari, Rusia sebasar 3,10 juta barel per hari ) maupun di negara-negara yang sedang meningkat pertumbuhan ekonominya (seperti India sebesar 2,53 juta barel per hari maupun Cina sebesar 7,27 juta barel per hari), sekalipun tidak ada bukti kuat, yang menyatakan bahwa industri minyak yang ada di seluruh dunia, tidak mampu memenuhi kebutuhan tersebut.
  2. Penyebab yang sejati, dan ini yang jarang sekali diberitakan adalah spekulasi minyak di pasar saham internasional. Seperti juga halnya dengan saham-saham lainnya, maka perdangan saham minyak ini sangat rentan dengan spekulasi-spekulasi. Inilah yang sebenarnya menjadi pemicu utama kenaikan harga BBM internasional.

 

Sebab-Sebab Kenaikan Harga BBM Indonesia:

  1. Harga BBM di Indonesia selalu naik mengikuti harga dunia karena mayoritas perusahaan minyak dan gas di Indonesia dikuasai oleh modal asing (pemilik industri minyak dunia) sehingga hasil dari minyak Indonesia, lebih diutamakan untuk dijual ke pasar internasional, dan jika pun harus dijual di Indonesia, maka harganya sama dengan harga BBM internasional itu (yang ditentukan oleh mereka juga).
  2. Yang dijual ke dalam negeri pun dibatasi hanya 15% dari total produksi, itupun pemerintah harus membeli dengan harga internasional selama 60 bulan, padahal seharusnya itu adalah kewajiban perusahaan-perusahaan asing itu, dan seharusnya juga bukan hanya 15%, tetapi lebih banyak, toh itu minyak diambil dari tanah kita.
  3. Indonesia tidak punya industri yang mengolah minyak mentah ke minyak siap pakai, sehingga BBM yang sehari-harinya kita gunakan itu, harus kita beli dari negara lain. Sederhananya, kita punya minyak mentah (tapi dikuasai asing, hanya sebagian kecil dikuasai PERTAMINA) dibawa keluar negeri untuk diolah, kemudian kita beli lagi dengan harga internasional, itu yang membuat harga BBM kita selalu mengikuti harga internasional.
  4. Yang membuat lebih mahal lagi, pembelian ataupun penjualan minyak itu melalui perusahaan-perusahaan broker, sehingga lebih mahal lagi ketika dijual ke rakyat (besarnya keuntungan untuk impor bisa mencapai 30 sen per barel, dengan total impor kita mencapai 113 juta barel per tahun, sehingga keuntungan broker adalah US$170 juta, atau 1,6 trilyun rupiah. Sedang untuk expor keuntungan broker US$2 per barel, dengan expor kita per hari adalah 490 ribu barel, sehingga uang yang masuk ke kantong broker adalah 9,3 milyar rupiah per hari atau 3,3 trilyun per tahun.
  5. Yang lebih Parah lagi, seluruh biaya perusahaan-perusahaan asing itu untuk mengambil minyak mentah (mulai dari survey awal hingga produksi berjalan) sepenuhnya (alias 100%, bahkan sekarang mencapai 120% karena ada tambahan 20% bagi perusahaan-perusahaan yang mengembangkan sumur-sumur minyak yang telah diolah sebelumnya) dibiayai oleh pemerintah (tentu dengan uang rakyat), yang biasa disebut cost recovery.

 

Kesimpulan:

  1. Jadi sekalipun Bangsa Indonesia memiliki sedikitnya 329 blok/sumber migas dengan lahan seluas 95 juta hektar (separuh luas daratan Indonesia) dengan cadangan minyak yang diperkirakan mencapai 250 sampai dengan 300 miliar barel (setara Arab Saudi sebagai produsen minyak terbesar di dunia saat ini) dengan total produksi minyak mentah hari ini mencapai 1 juta barel per hari atau 159 juta liter per hari, tidak bermanfaat bagi Rakyat Indonesia.
  2. Dengan kesanggupan memproduksi BBM mentah sebesar 1 juta barel per hari, dengan harga saat ini US$120 per barel) maka nilainya mencapai 1,104 triliun per hari atau 397,44 triliun per tahun. Belum termasuk nilai penjualan gas yang juga luar biasa besarnya, mencapai 82,8 trilun per tahun. Jika semua industri minyak ini dikuasai oleh negara yang pro rakyat, maka tidak akan pernah ada defisit anggaran negara karena kenaikan harga BBM dunia (defisit anggaran 21,4 trilyun jauh di bawah keuntungan 397,44 trilyun dari minyak ditambah 82,8 trilyun dari gas).
  3. Belum lagi negara tidak perlu mengeluarkan cost recovery yang sangat besar. Sampai pertengahan tahun 2007 saja, pemerintah sudah mengeluarkan dana 93,9 trilyun rupiah.
  4. Keuntungan untuk rakyat akan bertambah jika minyak mentah Indonesia bisa diolah sendiri, tanpa harus membawa keluar negeri untuk diolah dan kemudian dibeli Indonesia lagi. Bayangkan saja, untuk broker saja (expor di tambah impor), terbuang uang 4,9 trilyun rupiah per tahun.
  5. Sekarang bandingkan dengan dana BLT yang hanya 14 trilyun selama 6 bulan untuk jutaan orang, yang dalam prakteknya 100 ribu per bulan, atau 3.000 per hari. Ganti ongkos angkutan seandainya harga BBM nanti naik, itu saja sudah tidak cukup.

FRONT PEMBEBASAN NASIONAL

Sekber : Jl. Pori Raya No 06 Rt 009/Rw 010, Pisangan Timur, Jakarta Timur
Telp/Fax : 021 4757881


Pages:12
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design - Copyright © 2005 Sam Royama All rights reserved.