Brécs' posts with tag: jogja
Link: http://dianlestariningsih.multiply.com/calendar/item/10022Kursus Narasi Pantau Y O G Y A K A R T A
Kursus Narasi
YOGYAKARTA
Augerah Perkasa dan Budi Setiyono Juni 2008
Pantau membuka kursus baru bernama “Narasi.” Kursus ini dirancang untuk orang yang ingin belajar menulis panjang dengan memikat dan mendalam. Juga bagi mereka yang berminat menulis esai atau buku nonfiksi.
Kursus diadakan selama 16 sesi dengan frekuensi mingguan, setiap Sabtu dan Minggu di Momento-Yayasan Gaia, Yogyakarta. Cara mingguan ini sengaja dibuat agar peserta punya waktu mengendapkan materi belajar, mengerjakan pekerjaan rumah serta membaca. Jumlah peserta maksimal 20 orang agar ada waktu diskusi. Kursus ini ditekankan pada banyak latihan.
Tugas akhirnya berupa penulisan sebuah narasi sekitar 5.000 kata. Ia dilakukan sesudah peserta berlatih melakukan riset, liputan, wawancara, dan menulis. Jumlah kata sekadar pegangan saja. Ia bisa lebih pendek atau panjang lagi. Peserta akan membaca dan membicarakan karya-karya Joseph Mitchell, Truman Capote, John Hersey, Gay Talese dan Ryszard Kapuscinski serta membaca cerita Pham Xuan An dari Saigon.
INSTRUKTUR
Andreas Harsono wartawan Jakarta, pernah bekerja di harian The Nation (Bangkok), The Star (Kuala Lumpur) dan majalah Pantau (Jakarta). Ia menang beberapa penghargaan internasional antara lain The Correspondent of the Year dari The American Reporter (1997) serta Nieman Fellowship dari Universitas Harvard (1999-2000). Co-editor buku Jurnalisme Sastrawi: Antologi Liputan Mendalam dan Memikat (2005). Kini ia sedang menyelesaikan buku From Sabang to Merauke: Debunking the Myth of Indonesian Nationalism. www.andreasharsono.blogspot.com
Budi Setiyono wartawan Jakarta, pernah bekerja untuk Suara Merdeka (Semarang) dan majalah Pantau (Jakarta). Ia jadi co-editor buku Revolusi Belum Selesai yang berisi kumpulan pidato politik Presiden Soekarno serta Jurnalisme Sastrawi: Antologi Liputan Mendalam dan Memikat. Kini ia sedang menyelesaikan buku soal penyair A.S. Dharta dari Lembaga Kebudayaan Rakyat. www.budisetiyono.blogspot.com
Anugerah Perkasa, lahir di Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada 4 Desember 1977. Menempuh kuliah di fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia (UII) di Jogjakarta. Semasa kuliah, bergabung dengan majalah mahasiswa Himmah dan terakhir menjabat sebagai Wakil Pemimpin Umum. Pernah menulis untuk majalah Pantau di Jakarta, tentang Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), sebuah organisasi Islam fundamental di Jogjakarta. Pada 2004, mulai magang di Yayasan Pantau dengan menggelar pelatihan bagi wartawan televisi dan bekerja sama dengan Initiative for Policy Dialogue dari Universitas Columbia. Sejak 14 Februari 2005, bekerja untuk harian ekonomi Bisnis Indonesia di Jakarta, dengan konsentrasi liputan industri keuangan dan politik.
Arief Budiman – Guest spekaer, guru besar kajian Indonesia di Universitas Melbourne, Australia. Sejak 1970an dikenal sebagai aktivis hak asasi manusia. Mendapatkan Ph.D sosiologi dari Universitas Harvard (1980), menulis beberapa buku, antara lain, "Pembagian Kerja Secara Seksual. Sebuah Pembahasan Sosiologis tentang Peran Wanita di Masyarakat", "Jalan Demokrasi ke Sosialisme: Pengalaman Chili di bawah Allende" dan "Sistem Perekonomian Pancasila dan Ideologi Ilmu Sosial di Indonesia."
Lengkapnya, silakan meluncur ke TKP... :D

|  | Bapak sepuh ini adalah seorang abdi dalem yang bertugas sebagai juru kunci makam raja-raja Mataram di Imogiri. Beliau lahir pada tahun 1940 sebagai putra ketiga dari 4 bersaudara. Mengawali karir abdi dalem pada tahun 1966, selepas dari pengembaraannya di Jakarta. Beliau yang mogol sekolah pada semester kedua kelas 1 SMP ini sempat menjadi buruh dan bekerja serabutan.
Beliau gemar membaca majalah dan buku tentang kebudayaan Jawa. Meskipun telah berumur 68 tahun, ingatannya masih segar. Beliau bercerita dengan lancar sejarah kerajaan Mataram, mulai dari Babad Alas Mentaok, Penembahan Senapati-Ki Ageng Mangir, Bedhah Kartasura, Babad Giyanti, hingga ke Sultan Hamengkubuwana X dan Sunan Pakubuwana XIII. Hampir 2 jam terlewatkan tanpa terasa.
pic by niken |

|  | halaman mesjid besar kauman jogja. simbok ini jualan telor yang diwarnai merah dan disunduk, khas perayaan grebeg mulud.
simbok yang pejuang, pejuang yang simbok |

|  | JOG - CGK GA 203 22 Mar 08 ETD 740 ETA 830 seat 6D alone |

|  | SGPC Bu Wiryo Diurut ke belakang, sudah 20 tahun saya kenal sama mereka para pelayan warung SGPC itu. Sejak warungnya masih gedhek di seberang Gedung Pusat UGM, persisnya di bawah menara air di luar pagarnya FTP. Ya, dulu saya juga ikut menyambung nasib dengan menyetor kroket dan pisang goreng ke warung itu setiap pagi Senin sampai Sabtu.
Sekarang warungnya sudah gedhong magrong-magrong di pinggir utara Selokan Mataram di seberang Lab FKH. Mungkin mereka sudah bekerja di sana lebih dari 25 tahun. Tak ada perubahan yang berarti, kecuali wajah si Munthu yang kelihatan menua, sedang si Tomo dan si Pendhek masih sama saja wajah dan resam tubuhnya. Oh ya, satu lagi si Item sudah jadi juragan di kampungnya di Kulon Progo. Setelah ia memutuskan pensiun dari SGPC 3 tahun yang lalu, ia buka warung sendiri, dan sekarang juga sudah punya kios di pasar. Juragan krupuk dia sekarang.
Juga tak ada perubahan menu di warung itu: sega pecel, sop daging, es kencur, es tomat, es sari tomat, es jeruk, teh anget, tahu tempe goreng, krupuk...
Yang sudah tidak ada cuma kroket dan pisang gorengnya... hehehehe...
20 tahun... bukan sebentar. |

|  | baru bangun tidur kecapean secara nyopir semalaman nggak tidur... eh, mendapat undangan untuk menyambut Titin di Momento...
potretnya bearahmat blur, jadi nggak diaplod... :(
|
| |