Brécs' posts with tag: my hunnih
this lovely young lady is telling stories to poor children who live around Manggarai Train Station, at Taman Suropati Menteng, Jakarta. every Sunday, starting at 9am, she and her community -namely Sahabat Anak [Friend to the Children]- bring those children to the Park, tell them stories and popular sciences, give them food, and bring them back safely to their houses at 1pm.
picture by niken on canon 400D
 this guy teaches fiddling at Taman Suropati Menteng, Jakarta every Sunday 11am-2pm. Happy birthday Ki Hajar Dewantara. pic by niken on canon 400D

|  | [untuk kartini di tanah kelahirannya]
matahari meledak di kepala jatuh sinarmu satu satu anak jaman, ayo ikut aku pergi kita, membelah matahati buta!
pic by niken 26apr08 |

|  | siang itu sekitar jam 1. di luar smoking section, sebuah henpon berdering. milik seorang perempuan muda yang baru mudik ke negerinya...
beth: halo mas... brecs: beth, kamu di mana? beth: aku udah nyampe di kedai mitra nih, baru ngobrol sama mbak indri... brecs: wah, sori beth, kayaknya gw terlambat nih... beth: emang lagi di mana sih? brecs: ini gw lagi motret. ada 2 sasaran kendid cakep-cakep nih... yang satu pakai kaos putih, yang satunya lagi pakai baju abu-abu rambutnya panjang berombak tergerai indah... beth: heh??!! sialaaaaaaaaaaannnnnnn!!!! (sembari nengok ke belakang dan nunjuk2) brecs: huahahahahahaha.... |

|  | Sabda tinggal di Mbogor Vero tinggal di Samarinda Nadya tinggal di Mbandung |

|  | cap go meh petak sembilan glodok 24 feb 08
pic by brecs, niken, mas tjah |

|  | ibu sepuh ini jualan kerupuk kemplang di depan klenteng meskipun tlah renta, ia tetap mengandalkan keringatnya sendiri ia tak melata, ia tak menadahkan tangan ia menjaga harkat kemanusiaannya
hujan sempat deras di Petak Sembilan. setelah hujan usai, ia bilang, "itu matahari sudah muncul lagi. ayo sana, motret lagi..." seolah-olah tahu bahwa kamera butuh matahari... :) 24 Feb 08
pic by niken Eos 400D, tamron 28-300mm
pic by mas tjah Nikon D80, sigma 18-125mm
|

|  | bersamaan hari dengan mangkatnya seorang diktator hunting bersama Batmus, Minggu, 27 Januari 2008
ia telah mati ia telah mati ia telah mati
dan kita kalah lagi
all pic by niken |

|  | Sabtu, 29 Desember 2007 kami berlima satu mobil |

|  | negara ini terlalu kaya untuk membiarkan para senior citizen tanpa kepastian hidup membiarkan senja berangkat malam dalam sunyi nan getir
all pics by Niken |

|  | ::original version ::all pictures were taken by Niken::
|
Belum genap seminggu kami hidup di rusun baru. Malam tadi, saya baru asik menikmati film Transporter, dan Niken baru saja masuk ke kamar, secara jam udah menunjukkan kira2 pukul 12an gitu. Aku baru berdiri beranjak ke arah kulkas buat ngambil obat batuk ::tapi kok rokoknya ngebul terus ya? :ppp::
Tiba-tiba... lho, kok rasanya seperti vertigo? Badan bergoyang-goyang, ga bisa jalan lempeng? Lalu terdengar suara kreekkkk... kreekkk... kreakkk... dan Niken keluar kamar sambil teriak2: Mas, gempa, gempa...
Haduh, langsung gw nyamber kunci, gandeng Niken, kunci pintu, dan kabur lewat tangga darurat. Ga sempet bawa apa-apa... Ternyata kami paling sigap, secara kami lari di barisan paling depan, dan begitu nyampe di ground masih sepi orang. Ya lumayan ngencengin otot kaki, lari dari lantai 6...
Beberapa saat kemudian, mulailah pelataran menjadi rame seperti pasar malam dadakan, dan pelataran itu seperti menjadi ajang fashion show, khusus busana tidur... Oooo... begitu lah kiranya bentuk dan rupanya orang-orang itu kalau menjelang tidur di malam hari... halah!
Begitu sadar bahwa kami ngga bawa alat komunikasi apapun, aku naik lagi lewat tangga, ngambil HP, laptop, jaket, dll, ::eh, sempat juga ding njawab pertanyaannya iiE di YM:: trus turun lagi. Waduh, di bawah udah pada rame ngeluarin mobil-mobil bagus dari basement. Aku lalu nelpon sodaraku yang tinggal di lantai 20, dan ternyata mereka sudah ada di lobby selatan. Maka aku dan Niken nyamperin ke tempat mereka berada.
Aku coba telpon teman untuk cari info tentang gempa ini, dan adikku bilang bahwa di Jogja pun terasa kenceng bener itu gempa. Orang-orang sampai berhamburan karena takut kejadian sperti tanggal 27 Mei tahun lalu. Dari iiE aku dikasih tahu link tentang gempa ini, yang diupdate secara on line dan real time.
Setelah menunggu beberapa saat, kami putuskan untuk naik kembali lewat lobby selatan. Di situ masih rame orang pada kebingungan, dan bertengkar apakah mau balik ke unit masing-masing atau mengungsi ke tempat lain. Di tengah keramaian itu, tiba-tiba terdengar celetukan: "Udahlah, kita tinggal kelonan aja! Pasti gempanya ntar juga berhenti sendiri..."
::halah, sempet2nyaaaaa mikir gitu::
| |