Brécs' posts with tag: poem poem
 click picture to enlarge
 sebab di ruas perjalanan berikutnya nanti mungkin aku tak bersamamu lagi kau akan jadi bidadari aku jadi anjing atau serpihan energi
di perhentian ini, mari kita minum kopi
dan bicara dari hati ke hati sebab perjalanan panjang adalah sebuah penantian
::kucium keningmu sepenuh kasih

|  | perjalanan panjang adalah sebuah penantian menuju panjangnya perjalanan selanjutnya |
Link: http://monolog3perempuan.multiply.com/Graha Bhakti Budaya theatre Taman Ismail Marzuki, Jakarta March 8-9, 2008
Performers Three actors, experienced in film and on stage, will appear in this production. They are Rieke Diah Pitaloka, Ria Irawan and Vien Herman. They will perform the roles of a member of parliament, a sex worker and a housewife.
Synopsis The Member of Parliament is always late to meetings because she must look after her husband and children first, before she can leave home. In the parliament she is often belittled and her ideas ignored.
A team of Tibum security, accompanied by other men, some wearing turbans, raids the sex worker. She is beaten and then detained. Among those the gang detaining her is one of her clients.
The housewife is constantly subjected to both physical and psychological abuse from her husband. She finds it hard to separate from her husband despite the beatings and deceit. It is the factor of love and the idea that her husband might change that holds her back.
One day, these three women meet. They tell of their experiences and of how they view men. They debate as to how to deal with these men, so close to them in their lives, but the source of so much pain.
Should they be jailed, these men. Should they be counselled thearapists or other experts? Should the women take their complaints to the various rights commissions? Or should they just a strike; refusing to sleep with these men until they stop their violence...
 | Cirebon | Oct 5, '07 1:35 PM for everyone |
Kutemukan di sebuah sudut dalam lorong ingatan yang samar malamnya terminal
Terminalnya malam ditemani 3 bungkus nasi jamblang sambal dan ikan asin
: kurasakan lagi demam itu tanpa ayah kali ini
Tuhan, selamatkanlah istri dan anakku oh, hindarkan mereka dari iri dan dengki kepada yang berkuasa dan kenyang di tengah kelaparan
kuatkanlah iman mereka bimbinglah di jalanMu (ebiet g. ade, 1983)
menunggu kematian sebuah pilihan yang pahit mungkin. tapi ini adalah harapan terakhir yang bisa dipastikan. seorang prajurit harus tunduk pada komando. tiga perempat hidupnya sudah diserahkan kepada hirarki. kalaulah ia nampak seperti badut, lihatlah seringai yang tersembunyi di balik kabut senyumnya. senyum ikhlas menjalankan tugas, ikhlas memandang cita-cita mulia di hari depan. untuk anak cucu bangsanya.
ini semua cerita tentang tragedi. dan komedi. hiburan yang paling segar dalam hidup, dan ratingnya tinggi di tivi. tak ada yang peduli, apakah semua ini fakta atau khayali. orang semua menikmatinya. menyeruputnya sejurus, atau menghirupnya dalam-dalam bagaikan ikan yang hampir mati karena terlempar keluar dari air.
 | Requiem | Sep 17, '07 5:14 AM for everyone |
belum sempat matahari membakar jiwamu bahkan menjilat kulitmu pun beberapa depa saja tuhan tak inginkan kau saksikan masa yang semakin gila
tumbanglah kau dengan damai dalam kafanmu kudengar bumi berterimakasih melalui adzan yang memanggilmu kembali in memoriam: Barli Akbar Sastiadharma (1977-2007) 17 Sept, 04:22
ketika tak sebuah malam pun bisa kutiduri dan bintang tak ada buat kuciumi apa yang bisa membuatku bermimpi?
pertanyaan besar rencana besar: konspirasi kontradiksi dan bumbu psikopatologi
hmm cita-citaku adalah menjadi inspirasi hidup yang perayaan cinta sebuah mahakarya tak butuh banyak kata. kerja kerja dan kerja
Tuhan maafkan aku banyak kulewatkan rencanaMu dan jejak jejak yang perih itu

|  | Lapangan Klaci, Sleman 11 Juni 2007
all pictures taken by Niken |

aku di sini kekasih di antara rumput malam berselimut guguran daun kering
ini malam dingin sekali walau salju masih enggan hadir angin ini malam nakal sekali ia memanggil-manggil wajahmu ah, angin yang semburat merah dadu...
ada yang orang orang harus tau ada yang ditelan oleh waktu ada yang menyala dalam hati :: aku diingatkan untuk berserah diri
banyak yang lebih suka menjadi peterpan... atau berlindung di balik ketiak sang naga sementara luka dibiarkan menganga dan cermin dilempar keluar jendela hati
Mulanya kau tebar pesona kini kau tebar petaka ♪♪Rai gedhèg♪♪
:: your destiny resides peacefully in your beloved SECOND COUNTRY Goodbye Uncle'S goodboy
 | Quoted | Feb 8, '07 7:41 AM for everyone |
Sick of Crying.. Tired of Trying.. Yeah I`m Smiling.. But inside I`m dying :(
(Lyzu Eliza, Rumania)
Semua pilihan terasa mencekam menggerumut menarik kiri kanan menjelmakan keriuhan
Jiwa-jiwa yang meronta menemukan kebebasan di mulutS BuaYa :: dan tertawa
 | Panik | Feb 5, '07 8:58 AM for everyone |
Sebuah ruang sempit dan terkunci angin mati. :: hanya ada aku dan detak waktu :: suara-suara terdengar menjeritkan kebimbangan
 | You | Dec 11, '06 9:25 AM for everyone |
Your heart is my sky your arms are my castle they wipe away tears that I cry
 | Dante | Oct 27, '06 2:59 AM for everyone |
Segui il lo corso, e lascia dir le genti
(Jalan terus, biarkan mereka menggerutu!!!!)
(Dante Alighieri, 1261-1321)
| |